Bila seluruh muslim di Indonesia membayar
zakat, nilainya bisa mencapai Rp 200 triliun per tahun. Yah, angka sebesar itu
sangat meringankan APBN. Namun yang dikelola oleh lembaga amil zakat ternyata
hanya sekitar Rp 3 triliun per tahun. Dengan kata lain, baru 1,5%.
Sekiranya seluruh muslim (yang wajib zakat)
menunaikan kewajiban zakatnya, niscaya kemiskinan di dunia akan menghilang. Ya,
menghilang. Ketimpangan ekonomi, kedengkian, dan kriminalitas pun akan jauh
berkurang.
Jamak diketahui bahwa ketimpangan ekonomi
telah lama melanda Amerika (AS), di mana 1% kaum elite menguasai 80% kekayaan
negara. Sekedar perbandingan, di Indonesia 1% menguasai 40%. Meskipun AS dua
kali lebih timpang, namun ketimpangan di Indonesia bukanlah perkara sepele.
Dari Ketua Baznas, saya diberitahu bahwa
ketimpangan di zaman Pak Harto sangatlah parah. Namun setelah Pak Harto lengser
sampai sekarang, menjadi-jadi parahnya. Sampai-sampai 1% orang menguasai 40%
kekayaan negara. Kalau bukan parah, itu apa namanya?
Perintah sedekah dan zakat adalah salah
satu cara Sang Pencipta untuk mendistibusikan kekayaan sekaligus mereduksi
ketimpangan. Semakin merata, yah semakin baik. Niscaya ini akan mencegah
penindasan, kedengkian dan kriminalitas.
Muhammadiyah di Indonesia, selain
mempelopori Sholat Ied di lapangan terbuka dan pendirian rumah sakit Islam,
juga mempelopori pembentukan lembaga amil zakat (mestinya pembentukan ini tugas
pemerintah).
Hei, jangan mengaku muslim sejati jika
hanya sholat namun tidak membayar zakat. Dalam kitab suci, perintah sholat dan
perintah zakat hampir-hampir selalu disandingkan. Serangkai. Artinya sama-sama
wajib dan tidak sempurna sholatnya jika ia tidak membayar zakat.
Begitu pentingnya zakat, sampai-sampai
Abubakar yang santun saja pernah melabrak orang yang enggan berzakat. Dan
jangan salah, yang wajib membayar zakat bukan orang kaya saja. Kalau pendapatan
Anda sudah Rp 4 juta sebulan, kemungkinan besar Anda sudah wajib berzakat
(harta dan penghasilan). Bukan sekedar zakat fitrah.
Pembayar zakat disebut muzakki. Penerima
zakat disebut golongan mustahik. Bila mustahik ini dibantu, saya yakin kelak
mereka akan menjadi muzakki. Karena Anda tahu tulisan seperti ini sangat
penting, Anda boleh men-share-nya kepada yang lain. Tak perlu izin.
Di lubuk hati kita, harus ada perasaan
'kecil' ketika mengeluarkan zakat. Jangan merasa besar atau berat. Cuma 1/40
atau 2,5% tho? Yang kita nikmati selama ini jauuuh lebih banyak. Terus,
syarat-syarat lainnya? Begini. Ilmu zakat itu detail, layaknya ilmu sholat.
Baiknya tanya detailnya sama amil. Nggak akan tuntas kalau cuma lewat artikel.
Silakan tanya-tanya soal zakat ke amil
terdekat.
Camkan
baik-baik. Harta yang nggak dizakatkan mirip-mirip seperti makan buah salak
sekalian dengan kulit-kulitnya. Penyakit kan? Iya, penyakit. Dan sedekah
sebanyak apapun tak akan bisa menggantikan zakat (zakat harta dan zakat
penghasilan).
Perlu disadari benar-benar bahwa zakat itu
membersihkan, menumbuhkan, dan memelihara. Bagus tho? Sekiranya sedekah itu
investasi, maka zakat itu proteksi. Kedua-duanya mutlak kita perlukan agar
selamat dunia dan akhirat. Saya harap Anda setuju dengan saya.
Oleh: Ippho Santosa
---------------------------------------------
Posted 07 Januari 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar