Gambar 1: Puasa bukan alasan untuk malas
"Mas Ippho, saya ini asli Serang, sekarang tinggal di Bekasi. Kata orang Bekasi, ngabuburit itu enaknya NGOPI-NGOPI bareng temen-temen. Menurut Mas Ippho gimana?"
"Intinya kan silaturahim sama
temen-temen. Boleh dong."
"Ngopi begitu, terus puasanya gimana
Mas?"
"Lha, sejak kapan ngopi itu
membatalkan puasa? Nggak ada riwayat yang bilang begitu."
"Jadi?"
"Ngopi itu boleh. Beneran boleh."
"Hm..."
"Begini. Kalau sekedar ngopi file,
puasanya nggak batal. Yang penting, flashdisk-nya jangan ditelen. Kalau
ditelen, baru batal." Hehe, paham kan maksudnya?
Cukup, cukup. Saatnya kita serius. Perlu
diingatkan kembali, bulan puasa bukanlah bulan biasa. Bulan puasa hendaknya
luar biasa. Catatlah:
- Fatahillah merebut kembali Sunda Kelapa
ketika bulan puasa
- Indonesia proklamasi kemerdekaan ketika
bulan puasa
- Nabi Muhammad memenangkan Perang Badar
ketika bulan puasa.
- Nabi Muhammad mempersiapkan Perang
Khandaq ketika bulan puasa.
- Nabi Muhammad membebaskan Mekkah ketika
bulan puasa.
- Tariq bin Ziyad menaklukkan Andalusia
ketika bulan puasa.
- Kitab Suci Al-Quran diturunkan ketika
bulan puasa.
- Dua kitab sebelumnya juga diturunkan
ketika bulan puasa (menurut hadis riwayat Imam Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh
Al-Albani).
Sekali lagi, bulan puasa bukanlah bulan
biasa. Bulan puasa hendaknya luar biasa. Terus, kita baiknya gimana? Jangan
lemas, jangan malas. Pastikan tetap produktif dan makin produktif. Siap?
Oleh: Ippho Santosa
-----------------------------------------------
Posted 07 Januari 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar