Rabu, 23 Januari 2019

MENJADI MUSLIM YANG CERDAS DALAM MENANGANI ISU

Halo, jumpa lagi dg saya. Saatnya kita kulwa. Kuliah WA. Meski via wa, semoga dapat memberi manfaat dan insight baru. Aamiin

Topik kt malam ini adalah tentang "MENJADI MUSLIM CERDAS DALAM MENANGANI ISU". Materi ini penting banget. Mengapa? Ya karena di era milenial ini informasi tersebar begitu pesatnya, hingga sulit sekali membedakan mana yg valid dan mana yg hoax.


Utk itu harapan saya stelah materi ini tersalurkan, temen2 bisa cerdas dan bijak dalam mmberi respon sebuah berita atau informasi.

Seperti biasa, setiap materi akan kt muat di materi-kou.blogspot.com, sehingga bila temen2 merasakan manfaat dr setiap materi ini, bisa disebar seluas-luasnya agar manfaat pun semakin luas. Baik, beberapa hal yg perlu anda perhatikan dalam melihat sebuah berita adalah:

1. MEDIA
Jangan asal percaya sebuah isu / berita, lihat dulu media yg memuat. Apakah rekam jejaknya terpercaya atau subyektif (memiliki kepentingan). Right ?
2. PENULIS
Setelah melihat media yg memuat, maka langkah kedua adalah melihat siapa yg menulis atau membuat isu / berita. Tulisan tidak akan lepas dr tujuan penulis. Orang menulis, pasti memiliki tujuan tertentu. So, lihat penulisnya. Apakah penulis memiliki rekam jejak yg positif atau negatif, Yess?

3. BAHASA TEKS
Yang tak kalah penting, disamping media dan penulis adalah bahasa teks. Ini juga penting. Penting banget. Apa yg yg dibaca oleh pembaca? Ya TEKS dong. Apalagi...? Hehe. Nah, utk itu perlunya menghadirkan ANALISIS dalam membaca teks. Hidupkan sikap kritis, alias sikap yg tidak mudah percaya. Dalam bahasa NLP, ini dinamakan Critical Factor. Yaitu faktor kritis.

Bila anda kehilangan sikap kritis, maka itu adalah modal sukses utk anda agar mudah dibohongi. Dalam hal ini, saya mengajak anda utk belajar lebih peka terhadap berita / isu. Nah 3 point ini amat sangat penting dalam merespon sebuah berita, agar tidak mudah terombang-ambing media.

Mengapa anda harus memahami ini?

Sampai akhir2 ini sy seringkali masih menemukan oknum yg suka share berita yg tdk bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dari dulu hingga sekarang, ga sembuh-sembuh. Hehe. Seperti: Pesan berantai, Link jebakan, dan sejenisnya.

Ciri pesan berantai biasanya berisi ancaman bila tdk share.

Kalau link jebakan, biasanya ada sebuah tawaran menarik sehingga saat kt klik, link tersebut tersebar di semua grup dg kt sbg pengirimnya.

Haduuhh aneh2 aja...
Baik, materi cukup yaa.. Singkat. Agar ada diskusi dan feedback diantara kita.
Semoga bermanfaat. Gimana siap menerapkan?

Kulwa, 22 Januari 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INI KEBANGGAN KOTAKU

INI KEBANGGAAN KOTAKU “Menilik Keindahan Wisata AGRO PARK KLUMPIT” Ditulis oleh: M. Basyir Nadzir, S.S, M.Ag   Tuban adalah kotaku, ...