Hai, selamat malam temen-temen kou dimana pun anda berada, semoga semuanya sehat selalu yaaa....
Malam ini topik kulwa kita adalah tentang "Sholeh Spiritual Vs Sholeh Sosial dimata Masyarakat". Manakah yg lebih kuat ?
Sebelum memasuki materi, mari kita bahas mengapa materi ini perlu anda baca sampai selesai ?
Materi ini akan menyajikan berbagai insight baru tentang bagaimana hidup ditengah masyarakat. Motto nya: "jadilah harimau saat didarat, jadilah hiu saat dilaut, dan jadilah elang saat di udara".
Siaap?
Dengan anda mempelajari dan menerapkan ilmu dr materi ini, maka anda akan lebih fleksibel dan merakyat ditengah masyarakat.
Baik, kita mulai materi dari pengenalan setiap kata pada judul.
Tahukah anda beberapa pengertian dari istilah dibawah ini:
1. Sholeh..?
2. Spiritual...?
3. Sosial...?
Saya akan bahas sederhananya saja, biar ga pada puyeng baca dan memahami materi ini, yess?
1. Sholeh itu adalah kebaikan, orang baik, sikap baik.
2. Spiritual itu adalah segala sesuatu yg berhubungan dg kerohanian, biasanya disambungkan dg urusan agama.
3. Sosial itu adalah sesuatu yg berhubungan dg orang banyak, atau masyarakat
Maka,
Makna dari sholeh spiritual adalah orang yang baik kerohaniannya, berakhlaq baik, berkata santun, rajin beribadah, dll.
Sedangkan sholeh sosial adalah orang yg mampu membangun hubungan baik dengan orang banyak, dengan orang sekitarnya, atau dg masyarakat disekelilingnya.
Nah, dari 2 pilihan diatas, maka muncullah pertanyaan:
Kira2 masyarakat lebih melihat kepada siapa? Kepada yang sholeh spiritualnya kah? Atau yang sholeh sosial?
Jawabannya adalah menggantung. Hehehe... Kok menggantung? Yaa karena jawabannya emang tergantung.
Tergantung apa?
Tergantung ia hidup di kalangan masyarakat yg seperti apa? Itulah yang menentukan.
Namun kedua-duanya sama-sama baik, sama-sama membawa dampak positif pd masyarakat. Jadi tidak perlu membuat pilihan yg sulit.
Kalau kita bisa menempatkan diri bagaimana baiknya, maka akan dinilai positif oleh masyarakat.
Saat kita sholeh spiritual, lalu hidup ditengah masyarakat yang lemah spiritualnya, maka kita bisa membantu meningkatkan spiritual masyarakat tersebut, sehingga dg kehadiran kita akan dinilai memberi manfaat kepada orang banyak.
Saat kita sholeh sosial, artinya kita dapat dengan mudah bersosial dg masyarakat. Ketika kita mudah bersosial, tentu kita bisa dengan mudah hadir ditengah-tengah masyarakat, ketika kita sudah berada ditengah-tengah masyarakat, maka kita akan masuk bagian dari mereka.
That is simple, ini berbicara soal fleksibility. Apalagi kalau anda berhasil menerapkan keduanya, maka andalah yang menjadi pemegang kendali sebuah peradaban. 🥳
Semoga bermanfaat...!! See you..
Kulwa, 03 September 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar