Dalam
kesempatan kali ini, saya akan berbagi tips kepada anda, namun BUKAN tentang
bagaimana caranya kaya dengan banyak uang, NAMUN bagaimana caranya kita
mengelola keuangan kita agar bisa mengsave dari pemasukan kita sehingga bisa
kaya, sepakat?
Ini
penting. Benar-benar penting! Mengapa?
# pernahkah anda menemukan seseorang yang tiba-tiba uangnya keluar dan dia
lupa/tidak tahu uangnya dipakai untuk apa ? BANYAK
#
pernahkah anda menemukan seseorang yang memiliki pemasukan hingga 50 juta per
bulan, tapi ia masih minus (-)? BANYAK
#
pernahkah anda menemukan seseorang yang memiliki pemasukan hingga 100 juta per
bulan, namun ia memiliki hutang, dan hidupnya belum nyaman serta merasa
kekurangan ? BANYAK
----------------------------------------------------------
Bila terus-menerus
itu yang terjadi, bisakah kita mengsave (menyimpan) uang kita per bulan? TENTU
TIDAK. Coba perhatikan ini:
Nah,
disini kita tahu bahwa “ Bukan seberapa besar pendapatan yang anda dapatkan,
tetapi seberapa besar uang yang anda simpan dari pendapatan anda yang akan
menjadi penentu kaya-miskinnya anda di kemudian hari.
Sebenarnya
apa point pembahasannya? Saya tidak menuliskan point pembahasannya melainkan
point-point pembahasan saya selipkan disebuah cerita/kalimat yang mengarah.
Karena, bila saya menuliskan point pembahasan dengan a, b, c, d, dan
seterusnya, saya yakin anda tidak membaca keseluruhan. (bukan su’udzon) Hehe!
Tapi percayalah, semua apa yang saya bahas ini sangat penting, penting sekali
untuk anda baca, pahami, dan resapi. Silahkan teruskan membaca!
Manusia
diciptakan tidak sama dalam pikiran, perasaan, dan tindakan. Oleh karena itu,
tidak mudah mendefinisikan kata “kaya” dan “miskin” secara absolut.
Ada
orang yang merasa kaya ketika mendapatkan uang Rp 1 juta, tetapi banyak juga
yang merasa miskin ketika sudah memiliki uang sebesar Rp 1 miliar. Sungguh
tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah keran setiap orang memiliki
kehendak bebas untuk memilih.
Oleh
karena itu, di butuhkan definisi baku untuk menyatukan perbedaan persepsi agar
anda memiliki pandangan dan tujuan yang sama untuk menjadi kaya. Sepakat ?
Oke,
disini saya akan mengambil definisi yang mudah diterima oleh semua kalangan,
dan tentunya masuk akal. Right ?
Kaya
adalah seseorang yang memiliki produksi sebesar-besarnya, konsumsi sekedarnya,
selisihnya distribusi seluas-luasnya. Maksudnya, menghasilkan
sebanyak-banyaknya, dipergunakan sekedarnya, dan sisanya kita bagi rata kepada
yang kurang membutuhkan. Nah,
dari definisi inilah kita akan memiliki mental kaya, mental yang berkelimpahan,
yaitu yang tidak hanya memperdulikan diri sendiri untuk cukup, namun berusaha
menaungi orang lain untuk cukup juga.
Mungkin
sebagian dari anda ada yang bertanya, kalau kita sudah kaya, banyak harta, mau
di pakai apa? Toh, harta juga ga di bawa mati. Hehe! Pertanyaan inilah yang
seringkali mematikan antusias kita untuk berusaha kaya. Betul ?
Tolong
jawab pertanyaan saya dalam hati:
# saya
punya uang 500 juta (aamiin), saya gunakan untuk bangun lembaga pendidikan, dan
lembaga tersebut digunakan untuk belajar oleh anak-anak orang banyak. Bukankah
melalui uang jadi amal ? di bawa mati ga ?
# saya
punya mobil, ternyata mobil tersebut digunakan untuk mengantar istri ke sekolah
untuk ngajar, menjemput anak sekolah. Bukankah melalui mobil jadi amal ? di
bawa mati ga ?
# saya
punya rumah, ternyata rumah tersebut digunakan penampungan anak-anak yatim
secara gratis. Bukankah melalui rumah jadi amal ? di bawa mati ga ?
Bagaimana,
masih mau mengatakan kalau kaya itu ga penting ?
Bukankah
zakat, umroh, haji, sedekah, aqiqah, qurban itu bisa dilakukan kalau kita nya
mampu? Ga mampu juga tetap bisa kok, kan bisa hutang! Yaps memang benar,
bukankah harta sendiri lebih baik dari pada harus hutang?
Ingat!
Kita dituntut untuk berjuang menggunakan harta dan jiwa. Bukan harta saja,
bukan pula jiwa saja. Maksudnya apa? Ya dua-duanya! Harta iya, jiwa iya.
Bukankah
muslim yang kuat itu lebih baik dari muslim yang lemah? Yaps, dalam ajaran
kitab suci Alquran, Allah lebih mencintai muslim yang kuat dari pada muslim
yang lemah. Yah, kuat dalam segala hal, termasuk kuat secara ekonomi (financial).
Bukankah begitu ?
Beberapa
pernyataan dibawah ini, akan memberikan gambaran bahwa orang (muslim) yang kuat
lebih baik dari pada orang (muslim) yang lemah:
# orang
miskin bisa sekolah, orang kaya bisa sekolah dan menyekolahkan anak orang lain,
serta bisa membangun sekolahannya.
# orang
miskin bisa jadi karyawan di sebuah perusahaan, orang kaya bisa jadi karyawan,
bos, bahkan yang membangun perusahaannya.
# orang
miskin bisa shalat ke masjid, orang kaya bisa shalat di masjid dan membangun
masjidnya.
# orang
miskin bisa bekerja, orang kaya bisa bekerja dan bisa mempekerjakan orang
miskin.
# orang
miskin bisa kuliah, orang kaya bisa kuliah dan membangun gedung perkuliahannya.
# orang
miskin bisa jadi dokter, orang kaya bisa menjadi dokter dan membangun rumah
sakitnya
Nah,
dari pernyataan diatas, bukankah telah cukup memberi gambaran kepada anda bahwa
orang kaya dapat melakukan lebih banyak amal dari pada orang miskin? Makanya
“Jangan Mau Miskin, Kamu Harus Kaya”.
--------------------------------------------------------------------
Baik,
setelah kita membenahi mindset kaya. Sekarang kita belajar tentang strateginya.
Yaitu bagaimana caranya kaya?
Ingat,
disini saya bukan mengajarkan bagaimana cara kaya dengan memperoleh harta yang
melimpah, namun akan lebih kepada bagaimana mengelola keuangan dari pemasukan
anda yang akan menentukan kaya-miskinnya anda.
Bila anda ingin kaya dengan memperoleh
harta yang banyak, saran saya, anda bisa mendalami dan mempraktekkan beberapa
ilmu dibawah ini:
- Perdagangan
- Investasi
- Emas
- Berhemat
Dan dalam forum ini kita tidak membahas hal
diatas, mungkin di lain forum kita akan belajar jauh tentang satu per satu
point diatas. Nah, membicarakan terkait strategi, ada 2 cara terampuh yang bisa
anda terapkan untuk menjadi kaya:
----- PERKECIL PENGELUARAN dan PERBESAR
PEMASUKAN -----
Masuk akal ? bila anda sepakat, silahkan
teruskan membaca!
Kalau
anda bersedia melakukan salah satu dari keduanya, saya jamin anda bisa kaya.
Pertanyaannya, “mana yang lebih mudah dilakukan?” sebelum menjawab pertanyaan
tersebut, saya punya sebuah pertanyaan untuk anda, yang akan membawa anda
kepada pola pikir yang benar tentang kedua prinsip tersebut. Boleh ?
Menurut
anda, mana yang lebih mudah dilakukan, mencari uang 1.000 atau menghemat uang
1000 ? bagi saya pribadi, menghemat uang 1.000 jauh lebih mudah dari pada
mencari uang 1.000, karena menghemat berarti anda telah memiliki uang tersebut,
sedangkan mencari berarti belum tentu bisa anda lakukan. Selain itu, mencari
berarti membuthkan waktu, tenaga, dan usaha. Betul ?
Salah satu prinsip kaya adalah memperkecil
pengeluaran anda. Ada 2 alasan penting untuk prinsip ini:
- Sebesar apapun pendapatan anda, kalau berbanding lurus dengan pengeluaran anda, anda tidak akan pernah menjadi kaya, apalagi kalau pengeluaran anda lebih besar dari pendapatan anda.
2. Sekecil apapun pendapatan anda,
kalau anda dapat mengatur pengeluaran anda menjadi lebih kecil dari pengeluaran
anda dan anda tabung dengan konsisten dalam jangka waktu panjang, anda akan
mendapatkan hasil yang besar
Lalu bagaimana memperkecil pengeluaran
kita?
1. Hindari
37 pantangan dan lakukan 37 anjuran keuanganBeberapa contoh diantaranya adalah belanjalah dengan daftar belanja dan patuhilah, sewa barang yang sekali pakai dan tak perlu beli, manfaatkan sosmed hindari telp, hindari resto dan makanlah dirumah saja, cari perbandingan harga sebelum membeli apapun, dan masih banyak lagi. (bila anda melakukan ini, anda bisa menghemat mulai dari 50.000 – 2.000.000 tiap bulannya)
2. Menyederhanakan hidup
Anda sanggup memberi gadget seharga 4.500.000, tapi anda cukup membeli gadget dengan harga 1.700.000, dan lain sebagainya.
Anda sanggup membeli gadget dengan harga 2.000.000, tapi anda tidak melakukannya untuk saat ini, anda menunda pada saat waktu yang tepat.
Setiap
orang tidak bisa meramal, apa yang akan terjadi di beberapa tahun kemudian,
betul ? oleh karena itu, selain anda memperbesar pemasukan dan menekan
pengeluaran, anda juga perlu melakukan alokasi keuangan. Disini saya akan
memberikan gambaran secara umum, namun anda tetap bisa merubah sesuai kebutuhan
anda masing-masing.
Ingat! Ini berlaku bagi siapapun, berapapun
pemasukan anda tiap bulannya:
10% untuk amal
10% untuk investasi di tempat yang aman
10% untuk pendidikan
10% untuk kebutuhan mendadak
10% untuk liburan
50%
untuk biaya hidup
Lalu sebagai penutup, saya akan
memberikan kesimpulan agar anda tahu, apa yang harus anda lakukan. Dengan
menjawab pertanyaan, “Apa sekarang yang harus saya lakukan” :
- Milikilah mindset kaya untuk berbagi terhadap sesama, gunakan harta sebagai wasilah, bukan tujuan.
- Perbesarlah pemasukan anda, baik melalui gaji, bisnis, atau yang lain. Usahakan punya sampingan, jangan mengandalkan gaji.
- Perkecillah pengeluaran anda, buatlah daftar pengeluaran anda setiap harinya. Lalu hindari yang seharusnya tidak perlu. Bila anda tidak bersedia menekan pengeluaran, maka anda harus memperbesar pemasukan.
- Sederhanakan pola dan gaya hidup anda, hindari sesuatu yang mewah dan mahal
- Tundalah kesenangan anda saat ini, tunggulah waktu yang tepat.
- Lakukan alokasi keuangan dengan baik dan konsisten

Tidak ada komentar:
Posting Komentar